

Gowa – Gowainfo.com – Program cetak sawah di wilayah Belabori, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, menjadi sorotan. Lembaga Poros Rakyat menyoroti adanya dugaan permainan tanah yang disebut berkaitan dengan pelaksanaan program cetak sawah di wilayah tersebut, Senin (28/9/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak pelapor, terdapat dugaan pembayaran sekitar Rp1 miliar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Namun, pembayaran tersebut disebut belum lunas kepada pihak pelaksana.
Poros Rakyat meminta pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk turun tangan dan melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan program cetak sawah yang berada di Belabori.
Mereka juga meminta agar alur pencairan anggaran hingga penggunaan dan pertanggungjawaban dana diperiksa secara menyeluruh.
“Kami minta audit alur pencairan dan pertanggungjawaban dana proyek,” ujar pihak Poros Rakyat.
Program cetak sawah tersebut diketahui memiliki luas sekitar 30 hektare. Kegiatan ini kemudian menjadi perhatian karena adanya informasi mengenai dugaan persoalan tanah dan pembayaran dalam pelaksanaannya.
Poros Rakyat juga meminta pihak terkait tidak membiarkan apabila nantinya ditemukan adanya pihak yang mengambil keuntungan secara tidak sesuai aturan dalam program tersebut.
Namun, informasi mengenai dugaan permainan tanah dan pembayaran tersebut masih perlu diklarifikasi lebih lanjut oleh pihak-pihak yang terlibat. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menyatakan adanya pelanggaran atau tindak pidana dalam pelaksanaan program cetak sawah tersebut.
Masyarakat berharap program cetak sawah yang menggunakan anggaran pemerintah dapat dilaksanakan secara terbuka dan sesuai aturan. Jika terdapat persoalan dalam pelaksanaannya, diharapkan dapat segera diperiksa agar tidak merugikan masyarakat maupun negara.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih menunggu keterangan resmi dari Kementerian Pertanian, pemerintah setempat, serta pihak pelaksana terkait dugaan persoalan dalam program cetak sawah di Belabori, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.
(Tim/Red)

Tidak ada komentar